Jakarta —
Sebuah survei yang digelar Unit Kerja Menteri Bidang Pengawasan dan
Pengendalian Pembangunan (UKMP3) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
tentang persepsi terhadap Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menunjukkan
efektivitas BOS. Dari tiga pertanyaan yang diajukan kepada orangtua dan
guru/kepala sekolah, rata-rata persepsi terhadap BOS menunjukkan nilai
terbaik.
Tiga pertanyaan tentang BOS terkait dengan
peningkatan layanan pendidikan, peningkatan fasilitas sekolah, dan
pengurangan biaya pendidikan. Efektivitas penyaluran dan penggunaan BOS
tersebut selaras dengan sepinya pemberitaan ihwal penyaluran BOS di
media massa.
“Beda dengan tahun 2010-2011. Hampir setiap hari
urusan BOS karena penyaluran yang terlambat,” kata Mendikbud Mohammad
Nuh, Senin (30/12/2013), pada Konferensi Pers Akhir Tahun 2013 di Gedung
A Kemdikbud, Senayan, Jakarta. Acara dihadiri oleh seluruh pejabat
eselon I di lingkungan Kemdikbud.
Pada penyaluran BOS tahun 2011, tambahnya,
keterlambatan penyaluran BOS hingga tiga bulan. Tak sedikit media massa
mengangkat berbagai penyimpangan yang dilakukan daerah. Namun, dengan
perubahan pola penyaluran BOS pada 2012 yaitu dari kas negara langsung
ke rekening sekolah, tak ada lagi keterlambatan penyaluran.
“Akhirnya di tahun 2012 tidak sampai satu bulan
selesai. Ini bagian dari terobosan,” ujar Nuh. Imbasnya, pemberitaan
tentang keterlambatan penyaluran BOS sepi. Pemberitaan terkait BOS kini
bergeser pada penggunaan BOS yang kurang tepat.
Nuh mengucapkan terima kasih kepada media massa
yang tak bosan memberitakan penyaluran dan pemanfaatan BOS. Itu
dipandangnya sebagai bentuk perhatian media kepada kebijakan
pemerintah. (Billy Antoro)
0 Response to "Survei UKMP3: Persepsi Masyarakat Tentang BOS Baik"
Post a Comment