Jakarta
--- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan 12,86 juta siswa
dan mahasiswa dibantu melalui bantuan siswa miskin (BSM) di tahun 2014.
Jumlah tersebut tersebar mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi
dengan beasiswa bidikmisi.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh,
dalam paparan jumpa pers akhir tahun 2013 menyampaikan, untuk jenjang
SD, alokasi BSM ditargetkan untuk membantu 8.062.561 siswa. Jumlah
tersebut meningkat dari 2013 sebanyak 3.530.305 siswa.
Untuk jenjang SMP, ditargetkan sebanyak 2.893.187
siswa, meningkat dari 2013 sebanyak 1.661.205 siswa. Dan untuk jenjang
sekolah menengah, BSM diharapkan mampu membantu 1.696.975 siswa, atau
meningkat dari jumlah 2013 yaitu 1.181.714 siswa.
Sedangkan untuk perguruan tinggi, beasiswa
bidikmisi diharapkan mampu menjaring 219.799 mahasiswa. Jumlah tersebut
meningkat dari 2013 yang telah membantu sebanyak 145.539 mahasiswa.
Adapun nominal bantuan masing-masing
siswa/mahasiswa di setiap jenjang adalah sebagai berikut: (1) untuk
jenjang SD, tahun 2013 sebesar Rp360.000, meningkat menjadi Rp450.000 di
2014; (2) untuk jenjang SMP, sebesar Rp560.000 meningkat menjadi
Rp750.000 di 2014; (3) untuk jenjang sekolah menengah, besarannya tetap,
yaitu Rp1.000.000; (4) dan untuk perguruan tinggi juga tetap yaitu
Rp12.000.000/mahasiswa/tahun.
Dari data Kemdikbud, realisasi penyaluran BSM
hingga 13 Desember 2013 telah mencapai seratus persen. Dari dana Rp3,137
triliun untuk 5.958.735 siswa yang berasal dari APBN, telah terserap
sepenuhnya dengan mekanisme penyaluran melalui kantor pos. Sedangkan
Rp6,037 triliun lainnya yang berasal dari APBN-P telah terserap dengan
mekanisme penyaluran melalui bank daerah. (AR)

0 Response to " "
Post a Comment